Become Supermom !

11:14 PM Posted In , Edit This 0 Comments »
Untuk kaum perempuan, calon istri dan calon ibu: Apa kekhawatiran terbesar Anda menjelang pernikahan dan memasuki kehidupan berumah tangga?

Meninggalkan karier yang sukses!
Mempunyai banyak anak! Harus menurut pada suami! Suami Selingkuh! Itulah suara sebagian besar dari perempuan yang ketakutan untuk menikah. Jangan khawatir, perempuan juga berhak kok membuat kualitas hidupnya menjadi sebaik mungkin.

Ketika memasuki pernikahan, tentunya Anda sudah mempunyai perhitungan tersendiri untuk menjalani peran sebagai istri, ibu, ataupun seorang wanita karier. Tapi jika Anda ingin menjalani berbagai peran tersebut sekaligus, berarti Anda harus mempersiapkan diri bertransformasi menjadi SuperMom. Dan, siapa tahu kehidupan rumah tangga Anda yang baru memang membutuhkan dukungan finansial dari kedua belah pihak?

Dalam bukunya The Secret Life of SuperMom, Kathy Buckworth memberikan gelar SuperMom kepada para Ibu yang bekerja di luar rumah (lengkap dengan baju setelan desainer ternama). Artinya mereka menjalankan tugas ganda. Tapi ingatlah sebelumnya, pekerjaan untuk membesarkan anak tidak hilang selama 8 (delapan) atau 10 (sepuluh) jam ketika SuperMom berada di kantor. Namun satu pekerjaan yang benar-benar hilang yaitu menjaga anak.

Berarti, Anda harus siap mempunyai perasaan bersalah karena tidak bisa menemani anak-anak dan pada saat berlibur pun, kadang Anda sulit bersantai karena diwarnai rasa tertekan. Sedangkan Anda tidak bisa selamanya bergantung pada asisten rumah tangga, ibu mertua, ataupun ibu Anda sendiri untuk menjagai si kecil kan?

Hm, ternyata tantangannya cukup besar ya untuk menjadi SuperMom. Rasanya uang bukan lagi menjadi masalah. Akhirnya keinginan untuk mengawasi mereka dalam bertumbuh dan bermain pastinya akan semakin kuat. Tapi pada waktu Anda akan memutuskan untuk tinggal di rumah dan berhenti berkarier, keputusan untuk menghentikan pendapatan kedua pun selalu menjadi hal yang sangat penting.

Salah satu jalan yang bisa diambil adalah Anda harus memikirkan dan membuat hidup lebih berkualitas untuk hari ini dan khususnya masa depan. Jangan merasa tidak cukup “super”, pada saat sebenarnya Anda sudah berada di posisi sebagai SuperMom.

Inilah sebagian kiat praktis dari Kathy Buckworth untuk melawan semua rasa ketidakmampuan itu.

Kiat Praktis melawan rasa ketidakmampuan

1. Jangan mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan hal-hal kecil yang membuat tidur Anda berkurang. Masih ada cukup banyak hal besar yang perlu di khawatirkan dalam hidup seorang SuperMom.
2. Korbankan kualitas demi kuantitas. SuperMom mengorbankan waktu untuk dirinya sendiri. Seperti menyantap makanan di meja makan bersama-sama meskipun keadaan meja itu masih semrawut dan antarkan anak Anda ke sekolah sekalipun mengenakan celana jin yang sobek.
3. Lakukan sekarang! Belilah hadiah untuk ulang tahun saudari Anda yang jatuh di bulan November, sejak bulan Juni. Masaklah makan malam dua jam lebih awal. Jangan pernah menunda pekerjaan sekecil apa pun karena stres pada menit-menit terakhir membuat keadaan menjadi lebih buruk.
4. Jangan mengeluh, lakukan! Jika mendapati diri Anda mengeluh lebih dari sekali karena tidak punya waktu untuk melakukan suatu pekerjaan, hitunglah waktu yang Anda habiskan untuk mengeluh dan pakailah waktu itu untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
5. Jangan ragu untuk mendelegasikan tugas rumah tangga, seperti halnya Anda mendelegasikan tugas di kantor. Percayalah, akan ada uang yang bisa dihemat.
6. Biarkan telepon berdering. Berapa kali telepon berdering ketika sedang makan malam? Ketika sedang melakukan percakapan penting? Ketika anak Anda mengerjakan pekerjaan rumah? Jadi, biarkan saja telepon itu berdering.
7. Jadikan hari Sabtu dan Minggu sebagai waktu untuk bersantai. Waktu bersantai tidak ternilai harganya untuk melepas stres dan menyelesaikan semua hal.
8. Bebaskan diri Anda dari tugas-tugas kecil. Bertanyalah kepada diri Anda: Apakah ada tugas yang -jika tidak saya selesaikan hari ini- akan mengganggu saya keesokan harinya?


Satu hal yang pasti, lupakan upaya untuk mencapai berat badan ideal, rumah yang sempurna, anak yang selalu rapi, dan berperilaku baik. Percayalah hal itu akan sulit terjadi. Sebaiknya berbanggalah dengan segala hal yang Anda lakukan dan renungkan pencapaian Anda satu persatu di dalam hati setiap hari.

Jika Anda memilih untuk masuk ke dalam dunia SuperMom untuk mendapatkan kekaguman, pujian, penghormatan, dan rasa berprestasi, berarti, maaf… Anda masuk ke tempat yang salah.

So, tak ada salahnya kan menjadi SuperMom?!

*INDONESIA doesn't need d world, but the world need INDONESIA*

11:01 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu
sudah
tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu,
english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada
kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga,
bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia
pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!"

"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang
indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk

ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2
indonesia,
ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang
indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia
masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di
singapura dan malaysia? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air
bersih
pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun
mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani
disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya
kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?
Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut klo kalian menjadi
mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI
KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen
dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will
rules the world.."